Rabu, 21 Desember 2016

contoh RPP Matematika Geometri dan pengukuran



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
                 
                                      Nama Sekolah :   SMP
                                      Mata Pelajaran:  Matematika
                                      Kelas              :  IX (Sembilan)
                                      Semester         :   1 (Satu)

A.      Standar Kompetensi   : GEOMETRI DAN PENGUKURAN
1.  Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
B.       Kompetensi Dasar       : 1.1. Mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen
C.       Indikator                      : 1.1.1  Menuliskan sifat-sifat dua bangun datar yang sebangun dan
                                                  yang kongruen.
1.1.2 Mengidentifikasikan dua bangun datar sebangun dan yang kongruen
D.      Alokasi Waktu             : 5 x 40 menit (2 pertemuan).
E.       Tujuan Pembelajaran:
1.    Siswa dapat Menuliskan sifat-sifat dua bangun datar yang sebangun dan yang kongruen.
2.    Siswa mampu Mengidentifikasikan dua bangun datar sebangun dan kongruen
F.       Materi Ajar
Kesebangunan
G.      Sumber/bahan/alat
1.      Buku teks
2.      Garis bilangan
H. Strategi Pembelajaran
Model Pembelajaran                 :  Pengajaran Langsung/Direct Instruction
       Pendekatan Pembelajaran         :  Contextual Teaching Learning (CTL)
       Metode Pembelajaran                :  Ceramah, tanya jawab, dan
                                                            pemberian tugas.

I. Langkah-langkah pembelajaran
1. Pertemuan pertama
a.      Kegiatan awal (10 menit)
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
b.      Guru menginformasikan kepada peserta didik metode pembelajaran yang digunakan.
b.      Kegiatan Inti ( 100 menit)
Fase 2: Mendemonstrasikan keterampilan atau mempresentasikan Pengetahuan(40 menit)
a.      Guru mengingatkan kembali sedikit materi dari pertemuan sebelumnya tentang contoh bangun datar.
b.      Dengan berdialog/tanya jawab, siswa diminta menyebutkan contoh bangun datar yang ada dalam kelas.
    1. Bersama guru, siswa mendiskusikan kaitan materi kesebangunan dengan kehidupan sehari-hari (misal : foto dengan bingkainya)
    2. Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok diskusi masing-masing 4 kelompok.
    3. Dalam diskusi kelompok masing-masing, siswa diharapkan dapat Menyebutkan bangun-bangun yang sama dan sebangun yang ada dalam kelas atau dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Membuat satu atau lebih pertanyaan yang ditujukan untuk kelompok lain.
    5. Dalam diskusi kelas, siswa dalam kelompok itu diharap ikut aktif membangun siswa yang menjawab soal dari kelompok lain.
    6. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-soal, pada buku
Fase 3: Membimbing pelatihan(30 menit)
Guru dan Peserta didik secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai contoh bangun datar
Fase 4: Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan (30 menit)
a.       Peserta didik mengerjakan beberapa soal dalam buku paket mengenai
dua bangun yang sebangun atau kongruen melalui model bangun datar
b.      Guru menunjuk beberapa orang siswa untuk mempresentasikan  hasil jawabannya di depan kelas dan siswa yang lain mencocokkan jawabannya.
c.       Kegiatan Akhir  (10 menit)
a.    Dengan bimbingan guru, siswa diminta membuat rangkuman
b.    Guru memberikan tugas masing-masing kelompok membuat alat peraga untuk didemonstrasikan pada pertemuan berikutnya
2. pertemuan kedua
a. Kegiatan awal (5 menit)
Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
a.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
b.      Guru menginformasikan kepada peserta didik metode pembelajaran yang digunakan.
c.       Kegiatan Inti ( 70 menit)
Fase 2: Mendemonstrasikan keterampilan atau mempresentasikan Pengetahuan
a.       Guru Membahas tugas, mengingat kembali materi kesebangunan , dan mengumpulkan peraga-peraga yang dibuat oleh kelompok.
b.       Perwakilan dari masing-masing kelompok 1 orang diminta untuk mendemonstrasikan peraga yang sudah dibuat.
c.       Kelompok lain diminta tanggapannya atas peraga yang dibuat kelompok lainnya, apakah peraga tersebut sudah memenuhi syarat-syarat kesebangunan, sama dan sebangun atau tidak.
d.      Guru memberikan evaluasi dan melakukan penilaian.
e.       Guru memberikan contoh menghitung panjang sisi dari dua bangun yang kongruen dari dua bangun yang sebangun.
f.        Siswa mengerjakan latihan soal-soal pada buku

d.      Kegiatan Akhir  (5 menit)
a.       Guru membimbing siswa untuk merangkum materi pelajaran.
b.      Guru memberikan soal-soal evaluasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (soal-soal penerapan)

J.        Alat Dan Sumber Belajar  :

a.     Model bangun datar dari karton
c.       Papan berpetak
d.      Buku teks (buku paket Matematika SMP kelas IX)
e.       Buku penunjang

K.      PENILAIAN
1.    Teknik : kuis, tes
2.    Bentuk instrumen : Pertanyaan lisan & Soal tertulis

Watampone, 22 Desember 2016
Mengetahui,
Kepala Sekolah




(___________________)



Mahasiswa,




(Hasanal Mutmainnah)


Baca Selengkapnya → contoh RPP Matematika Geometri dan pengukuran
Jika menanti adalah sebuah kesalahan, maka biarlah itu menjadi kesalahan terindah dalam hidupku karena telah menantimu.
Sungguh masa penantian ini mengajarkanku betapa indahnya sebuah kesabaran, Mengajarkanku bahwa segala sesuatunya hanya DIA lah yang menentukan.
Engkau yang kini jauh dari padangan mata. Maafkan aku yang masih ingin bertahan pada penantian ini Maafkan aku yang selalu membawa namamu didalam doa malamku.

Dan izinkan aku untuk tetap jadi Pengagum Rahasiamu...!!!
for Mr.B
Baca Selengkapnya →
Dan pada satu titik kebersamaan akan berujung pada perpisahan...
Dan ketahuilah, hal terindah yang kamu bawa pergi adalah saat bersamamu...!!!
Baca Selengkapnya →

Jumat, 28 Februari 2014

Contoh kalimat konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi, serta ingkarannya


1.      Konjungsi
Tabel kebenaran konjungsi:

p
~p
q
~q
p ˄ q
~(p ˄ q)
~p ˅ ~q
B
S
B
S
B
S
S
B
S
S
B
S
B
B
S
B
B
S
S
B
B
S
B
S
B
S
B
B

a.        p : bulan april terdiri dari 30 hari (B)
  q : musim hujan di indonesia terjadi antara bulan oktober hinga april (B)
~p : bulan april tidak terdiri dari 30 hari (S)
~q : musim hujan di indonesia tidak terjadi antara bulan oktober hinga april (S)
·      p ˄ q: bulan april terdiri dari 30 hari dan musim hujan di indonesia terjadi antara bulan oktober hinga april (B)
·      ~(p ˄ q): tidak benar bahwa bulan april terdiri dari 30 hari dan musim hujan di indonesia terjadi antara bulan oktober hinga april (S)
·      ~p ˅ ~q: bulan april tidak terdiri dari 30 hari atau musim hujan di indonesia tidak terjadi antara bulan oktober hinga april (S)

b.        p : persegi memiliki empat sisi (B)
  q : 2 + 3 = 6 (S)
~p : persegi tidak memiliki empat sisi (S)
~q : 2 + 3 ≠ 6 (B)
·      p ˄ q : persegi memiliki empat sisi dan  2 + 3 = 6 (S)
·      ~(p ˄ q): tidak benar bahwa memiliki empat sisi dan  2 + 3 = 6 (B)
·      ~p ˅ ~q: persegi tidak memiliki empat sisi atau  2 + 3 ≠ 6 (B)

c.         p : bunga mawar pasti berwarna merah . (S)
  q : hujan tidak akan terjadi malam hari ini. (S)
~p : bunga mawar tidak pasti berwarna merah . (B)
~q : hujan akan terjadi malam hari ini. (B)
·      p ˄ q: bunga mawar pasti berwarna merah dan hujan tidak akan terjadi malam hari ini. (S)
·      ~(p ˄ q): tidak benar bahwa bunga mawar pasti berwarna merah dan hujan tidak akan terjadi malam hari ini. (B)
·      ~p ˅ ~q: bunga mawar tidak pasti berwarna merah atau hujan akan terjadi malam hari ini. (B)

2.      Disjungsi
Tabel kebenaran disjungsi:
p
~p
q
~q
p ˅ q
~(p ˅ q)
~p ˄ ~q
B
S
B
S
B
S
S
B
S
S
B
B
S
S
S
B
B
S
B
S
S
S
B
S
B
S
B
B

a.         p : Andi pergi ke supermarket (B)
  q : Andi menonton bioskop (B)
~p : Andi tidak pergi ke supermarket (S)
~q : Andi menonton bioskop (S)
·      p ˅ q : Andi pergi ke supermarket atau menonton bioskop. (B)
·      ~(p ˅ q): tidak benar bahwa Andi pergi ke supermarket atau menonton bioskop.(S)
·      ~p ˄ ~q: Andi tidak pergi ke supermarket dan tidak menontn bioskop. (S)

b.        p : 3 adalah bilangan prima (B)
  q : 4 adalah bilangan ganjil (S)
~p : 3 bukan bilangan prima (S)
~q : 4 bukan bilangan ganjil (B)
·      p ˅ q : 3 adalah bilangan prima atau 4 adalah bilangan ganjil (B)
·      ~(p ˅ q): tidak benar bahwa 3 adalah bilangan prima atau 4 adalah bilangan ganjil (S)
·      ~p ˄ ~q: 3 bukan bilangan prima dan 4 bukan bilangan ganjil (B)
c.         p : Surabaya adalah ibu kota Jawa Tengah (S)
  q : Semarang adalah ibu kota Jawa Timur (S)
~p : Surabaya bukan ibu kota Jawa Tengah (B)
~q : Semarang bukan ibu kota Jawa Timur (B)
·      p ˅ q : Surabaya adalah ibu kota Jawa Timur atau Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah (S)
·      ~(p ˅ q): tidak benar bahwa Surabaya adalah ibu kota Jawa Timur atau Semarang adalah ibu kota Jawa Tengah (B)
·      ~p ˄ ~q: Surabaya bukan ibu kota Jawa Timur dan Semarang bukan ibu kota Jawa Tengah (B)

3.      Implikasi
Tabel kebenaran Implikasi:
p
q
~q
pÞq
~( pÞq)
p˄~q
B
B
S
B
S
S
B
S
B
S
B
B
S
B
S
B
S
S
S
S
B
B
S
S
 
a.       p : Andi rajin belajar (B)
  q : Andi naik kelas (B)
~q : Andi tidak naik kelas (S)
·      pÞq : Jika Andi rajin belajar maka Andi naik kelas (B)
·      ~( pÞq): tidak benar bahwa Jika Andi rajin belajar maka Andi naik kelas (S)
·      p˄~q : Andi rajin belajar dan Andi tidak naik kelas (S)

b.         p : 5>3  (B)
  q : 5 adalah bilangan genap  (S)
~q : 5 bukan bilangan genap  (B)
·      pÞq : jika 5>3, maka 5 adalah bilangan genap  (S)
·      ~( pÞq): tidak benar bahwa jika 5>3, maka 5 adalah bilangan genap  (B)
·      p˄~q : 5>3 dan 5 bukan bilangan genap (B)

c.          p : 3×5=8  (S)
  q : 8 adalah bilangan ganjil (S)
~q : 8 bukan bilangan ganjil (B)
·         pÞq : jika 3×5=8, maka 8 adalah bilangan ganjil  (B)
·         ~( pÞq): tidak benar bahwa jika 3×5=8, maka 8 adalah bilangan ganjil  (S)
·         p˄~q : 3×5=8 dan 8 bukan bilangan ganjil  (B)

4.      Biimplikasi
Tabel kebenaran Biimplikasi:
p
q
~p
~q
p<=>q
~(p<=>q)
p ˄~q
q ˄~p
(p ˄~q)˅(q ˄~p)
B
B
S
S
B
S
S
S
S
B
S
S
B
S
B
B
S
B
S
B
B
S
S
B
S
B
B
S
S
B
B
B
S
S
S
S

a.         p : Ayah akan mendapat gaji (B)
  q : ayah bekerja (B)
~p : Ayah tidak akan mendapat gaji (S)
~q : ayah tidak bekerja (S)
·      p<=>q : Ayah akan mendapat gaji jika dan hanya jika ayah bekerja. (B)
·      ~(p<=>q): tidak benar bahwa Ayah akan mendapat gaji jika dan hanya jika ayah bekerja (S)
·      p ˄~q : Ayah akan mendapat gaji dan ayah tidak bekerja. (S)
·      q ˄~p : ayah bekerja dan ayah tidak akan mendapat gaji. (S)
·      (p ˄~q)˅(q ˄~p) : Ayah akan mendapat gaji dan ayah tidak bekerja atau ayah bekerja dan ayah tidak akan mendapat gaji (S)

b.        p : pinguin bisa terbang (S)
  q : pinguin adalah sejenis burung (B)
~p : pinguin tidak bisa terbang (B)
~q : pinguin bukan sejenis burung (S)
·         p<=>q : pinguin bisa terbang  jika dan hanya jika pinguin adalah sejenis burung. (S)
·         ~(p<=>q): tidak benar bahwa pinguin bisa terbang  jika dan hanya jika pinguin adalah sejenis burung (B)
·         p ˄~q : pinguin bisa terbang dan pinguin bukan sejenis burung. (S)
·         q ˄~p : pinguin adalah sejenis burung dan pinguin tidak bisa terbang. (B)
·         (p ˄~q)˅(q ˄~p) : pinguin bisa terbang dan pinguin bukan sejenis burung atau pinguin adalah sejenis burung dan pinguin tidak bisa terbang (B)

c.         p : x2 + x = 3x (S)
  q : x2 = x + x (S)
~p : x2 + x ≠ 3x (B)
~q : x2 ≠ x + x (B)
·         p<=>q : x2 + x = 3x jika dan hanya jika x2 = x + x. (B)
·         ~(p<=>q): tidak benar bahwa x2 + x = 3x jika dan hanya jika x2 = x + x (S)
·         p ˄~q : x2 + x = 3x dan x2 ≠ x + x. (S)
·         q ˄~p : x2 = x + x dan x2 + x ≠ 3x. (S)
·         (p ˄~q)˅(q ˄~p) : x2 + x = 3x dan x2 ≠ x + x atau x2 = x + x dan x2 + x ≠ 3x (S)

Baca Selengkapnya → Contoh kalimat konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi, serta ingkarannya